Sabtu, 09 Juli 2011

Buah Manis Konsep Sekolah Hijau

Rentang Oktober-Desember 2010, Iin Solihin (15), siswa kelas III SMPN 7 Ciiamis asal Cijeunjing, Ciamis, Jawa Barat, dan 50 siswa lainnya memiliki tanggung jawab harian pukul 16.00-18.00. Dibagi dalam 10 kelompok dengan anggota 5-6 orang, mereka harus menyediakan air bagi tanaman sayur di lahan seluas 300 bata milik sekolah. Di lahan itu ditanam cabai, kacang panjang, tomat, kangkung, dan terung.

Cara mendapatkan air terbilang sederhana. Siswa mengambil air dengan ember dari sungai kecil yang berjarak 200 meter dari sekolah. Siswa juga wajib memeriksa kesehatan tanaman atau membersihkan gulma.

”Memang melelahkan, tetapi kami senang. Saya sendiri sebelumnya tidak paham bertani meski orangtua saya petani,” kata Iin yang berniat melanjutkan ke SMK Pertanian Ciamis.

Keringat siswa pun terbayar lunas saat panen tiba. Saat petani gagal panen sayur, ”petani” SMPN 7 Ciamis justru menikmati hasil panen melimpah. Mereka pun menjualnya guna membiayai program lingkungan selanjutnya.

Ketua Pelaksana Program Lingkungan Hidup SMPN 7 Rosidin (47) mencontohkan, cabai dijual Rp 15.000 per kilogram, jauh lebih murah dari harga di pasar Rp 30.000 per kg. Harga kacang panjang Rp 2.000 per kg atau lebih murah dibanding harga pasar Rp 6.000 per kg. Selain itu, tomat dijual Rp 6.000 per kg, jauh dari harga pasar Rp 12.000 per kg.

”Distributor cabai juga banyak yang datang setelah dengar kabar itu. Total penjualan mencapai Rp 27 juta,” ujarnya.

Saat ini, sebagai program berkelanjutan, mereka menanam jagung ternak dan manis sebagai upaya mempraktikkan teori tumpang sari. Sudah ada perusahaan swasta yang berjanji membelinya.

Sekolah gurem

Kepala SMPN 7 Ciamis Edi Rusyana Noer mengatakan, dua tahun lalu, sekolah yang berada di Jalan Baktikarya II, Kelurahan Kertasari, Kecamatan Ciamis, ini terbilang gurem. Nyaris tidak ada prestasi yang dibanggakan dari sekolah yang didominasi anak petani ini.

Semuanya berubah saat siswa dan pengajar mulai menerapkan program sekolah berbasis lingkungan tahun 2009 dan penanaman tanaman pertanian serta pohon keras setahun kemudian. Hasilnya, SMPN 7 dinobatkan sebagai pelestari lingkungan dan mampu mendulang keuntungan ekonomi lewat pemanfaatan lahan yang tepat.

Edi menjelaskan, konsep pemanfaatan lingkungan ini berawal lewat kerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat Cerdas Bangsa. Melihat kondisi geografis sekolah, dipilihlah pertanian sebagai media utama. Ada beragam penelitian dan praktik, seperti pengolahan tanah, persemaian, pemupukan, dan pemeliharaan. Sekolah yang kini memiliki 275 siswa ini pun memasukkan konsep pertanian yang tepat dalam ekstrakurikuler dan muatan lokal lingkungan hidup.

Menurut Edi, cara ini memicu minat siswa pada pertanian. Meski kebanyakan anak petani, hanya sedikit yang tahu cara bertani. Banyak siswa tidak mengetahui cara mencangkul, jijik memegang pupuk organik, dan cara melakukan penyemaian yang tepat.

”Fakta itu sungguh ironis karena banyak anak petani tidak tahu cara bertani,” katanya.

Edi mengakui pernah ada nada sumbang. Masyarakat sempat protes ketika lapangan sepak bola diubah jadi ladang persemaian tanaman pertanian dan pohon keras. Beberapa orangtua murid keberatan saat sekolah mengajarkan cara bertani. Bertani dianggap tidak memiliki masa depan cerah.

Arboretum

SMPN 7 juga membuat terobosan lain dengan membuat arboretum pohon langka bernilai ekonomis dan kesehatan tinggi. Tujuannya agar pelestarian tanaman tetap berjalan sembari memberikan pengetahuan tambahan bagi siswa.

Pendamping Muatan Lokal Lingkungan Hidup SMPN 7 Hermawan Adam mengatakan, guru dan siswa menanam 27 jenis pohon dengan rata-rata 2-3 batang per pohon pemberian Balai Besar Planologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Yogyakarta. Bibit pohon berumur sekitar setahun, seperti duwet (Eugenia cumini), kemenyan (Styrax benzoin), ulin (Eusideroxylon zwageri), merbau (Instia bijuga), araucaria dari Papua (Araucaria cunninghamii), dan pronojiwo (Euchreta horsfieldii).

”Duwet asal India dan negara di Asia Tenggara berkhasiat menurunkan kadar gula darah dan pembekuan darah. Sedangkan ulin adalah pohon terbesar dan tertinggi di Indonesia; banyak digunakan untuk fondasi bangunan karena terkenal keras dan tahan air laut,” katanya.

Langkah inovatif yang dilakukan ternyata membuahkan pengakuan. SMPN 7 mendapat penghargaan Sekolah Berbudaya Lingkungan Provinsi Jawa Barat 2009. Selain itu, sekolah tersebut juga masuk nominasi Program Adiwiyata Nasional 2011. Adiwiyata adalah penghargaan tingkat nasional bagi sekolah yang mampu mengembangkan pendidikan lingkungan.

”Segala macam penghargaan itu kami anggap sebagai bonus dari semua yang kami lakukan. Tujuan akhirnya kesadaran untuk mau hidup berdampingan dengan alam,” kata Edi.(Cornelius Helmy)

Cari Sekolah, Kok, Susah Sekali...


Emi Karmili (42), orangtua calon siswa, menerima pengembalian uang pungutan pendaftaran dari Kasmini, ketua panitia pendaftaran siswa baru SDN 05 Depok Baru, Kota Depok, Selasa (5/7). Dinas Pendidikan Depok memerintahkan pengembalian uang kepada 23 orangtua calon siswa yang memberikan sumbangan pembangunan ke sekolah.

Siti Zakiah (38) mengaku tak bisa tidur semalaman karena memikirkan ke mana anaknya, Khoirul Jefri Pratama (13), akan melanjutkan sekolah. Soal biaya, ia tidak khawatir lagi karena sudah mengantongi uang Rp 4 juta, hasil menabung selama enam tahun. Namun, yang masih mengganjal hatinya adalah sistem penerimaan siswa baru.

Hati Zakiah bertambah resah ketika melihat papan pengumuman di SMP Negeri 9 Salatiga yang memperlihatkan peringkat anaknya di sekolah itu, yakni peringkat ke-141 karena anaknya memiliki nilai ujian nasional 24,2. Padahal, di sekolah tersebut hanya tersedia 173 kursi untuk calon siswa dari dalam kota dan 43 kursi untuk calon siswa dari luar kota.

Ibu dua anak yang tinggal di Kelurahan Candran, Kecamatan Sidomukti, Salatiga, itu mengaku cemas karena pada Kamis (30/6) malam, hari pertama penerimaan peserta didik baru (PPDB), Khoirul sudah berada di peringkat ke-141....

Sabtu, 02 April 2011

Maukah Anda Membangun Rumah Di Surga


“Dalam rangka pembangunan masjid SMAN 13 Bandung “





Pembangunan mesjid Al-Mustaqim sudah mencapai 60 %


Dalam sebuah ayat di dalam alquran berbunyi :

Hadist riwayat Usman bin Affan ra.:

Bahwa beliau meluruskan persoalan yang dibicarakan antara para sahabat ketika mesjid Nabawi. Telah dibangun: Kalian berlebih-lebihan, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa yang membangun sebuah mesjid karena Allah Taala. (Bukair berkata :Aku kira) beliau bersabda: Karena mengharap keridaan Allah, maka Allah akan membangun untuknya sebuah rumah di surga.

Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.

(QS. At-Taubah, 9 : 18)

Dalam sebuah hadits terdapat penjelasan Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam mengenai aktifitas bersedekah yang paling utama alias afdhol.

Tidak semua bentuk bersedekah bernilai afdhol. Bagi orang yang berusia muda dan sedang energik tentunya bersedekah memiliki nilai lebih tinggi di sisi Allah daripada bersedekahnya seorang yang telah lanjut usia, sakit-sakitan, dan sudah menjelang meninggal dunia.

Untuk itulah Nabi shollallahu ’alaih wa sallam memberikan gambaran kepada ummatnya mengenai sedekah yang paling afdhol.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَجُلٌ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ قَالَ أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ حَرِيصٌ تَأْمُلُ الْغِنَى وَتَخْشَى الْفَقْرَ وَلَا تُمْهِلْ حَتَّى إِذَا بَلَغَتْ الْحُلْقُومَ قُلْتَ لِفُلَانٍ كَذَا وَلِفُلَانٍ كَذَا وَقَدْ كَانَ لِفُلَانٍ

“Seseorang bertanya kepada Nabi shollallahu ’alaih wa sallam: “Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling afdhol?” Beliau menjawab: “Kau bersedekah ketika kau masih dalam keadaan sehat lagi loba, kau sangat ingin menjadi kaya, dan khawatir miskin. Jangan kau tunda hingga ruh sudah sampai di kerongkongan, kau baru berpesan :”Untuk si fulan sekian, dan untuk si fulan sekian.” Padahal harta itu sudah menjadi hak si fulan (ahli waris).” (HR Bukhari)

Coba lihat betapa detilnya Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menggambarkan ciri orang yang paling afdhol dalam bersedekah. Sekurangnya kita temukan ada empat kriteria: (1) Dalam keadaan sehat lagi loba alias berambisi mengejar keuntungan duniawi; (2) dalam keadaan sangat ingin menjadi kaya; (3) dalam keadaan sangat khawatir menjadi miskin dan (4) tidak dalam keadaan sudah menjelang meninggal dunia dan bersiap-siap membuat aneka wasiat soal harta yang bakal terpaksa ditinggalkannya.

Pertama, orang yang paling afdhol dalam bersedekah ialah orang yang dalam keadaan sehat lagi loba alias tamak alias berambisi sangat mengejar keuntungan duniawi. Artinya, ia masih muda lagi masa depan hidupnya masih dihiasi aneka ambisi dan perencanaan untuk menjadi seorang yang sukses, mungkin dalam karirnya atau bisnisnya.

Dalam keadaan seperti ini biasanya seseorang akan merasakan kesulitan dan keengganan bersedekah karena segenap potensi harta yang ia miliki pastinya ingin ia pusatkan dan curahkan untuk modal menyukseskan berbagai perencanaan dan proyeknya.

Dengan dalih masih dalam tahap investasi, maka ia akan selalu menunda dan menunda niat bersedekahnya dari sebagian harta yang ia miliki. Karena setiap ia memiliki kelebihan harta sedikit saja, ia akan segera menyalurkannya ke pos investasinya.

Setiap uang yang ia miliki segera ia tanam ke dalam bisnisnya dan ia katakan ke dalam dirinya bahwa jika ia bersedekah dalam tahap tersebut maka sedekahnya akan terlalu sedikit, lebih baik ditunda bersedekah ketika nanti sudah sukses sehingga bisa bersedekah dalam jumlah ”signifikan” alias berjumlah banyak. Akhirnya ia tidak kunjung pernah mengeluarkan sedekah selama masih dalam masa investasi tersebut.

Kedua, bersedekah ketika dalam keadaan sedang sangat ingin menjadi kaya. Nabi shollallahu ’alaih wa sallam seolah ingin menggambarkan bahwa orang yang dalam keadaan tidak ingin menjadi kaya berarti bersedekahnya kurang bernilai dibandingkan orang yang dalam keadaan berambisi menjadi kaya. Sebab bila seorang yang sedang berambisi menjadi kaya bersedekah berarti ia bukanlah tipe orang yang hanya ingin menikmati kekayaan untuk dirinya sendiri.

Ia sejak masih bercita-cita menjadi kaya sudah mengembangkan sifat dan karakter dermawan. Hal ini menunjukkan bahwa jika Allah izinkan dirinya benar-benar menjadi orang kaya, maka dalam kekayaan itu dia bakal selalu sadar ada hak kaum yang kurang bernasib baik yang perlu diperhatikan.

Sekaligus kebiasaan bersedekah yang dikembangkan sejak seseorang baru pada tahap awal merintis bisnisnya, maka hal itu mengindikasikan bahwa si pelaku bisnis itu sadar sekali bahwa rezeki yang ia peroleh seluruhnya berasal dari Yang Maha Pemberi Rezeki, Allah Ar-Razzaq.

Hal ini sangat berbeda dengan orang kaya dari kaum kafir seperti Qarun, misalnya. Qarun adalah tokoh kaya di zaman dahulu yang di dalam meraih keberhasilan bisnisnya menyangka bahwa kekayaan yang ia peroleh merupakan buah dari kepiawaiannya dalam berbisnis semata.

Ia tidak pernah mengkaitkan kesuksesan dirinya dengan Yang Maha Pemberi Rezeki, Allah swt.

قَالَ إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَى عِلْمٍ عِنْدِ

“Qarun berkata: "Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku".(QS Al-Qshshash ayat 78)

Ketiga, sedekah menjadi afdhol bila si pemberi sedekah berada dalam keadaan khawatir menjadi miskin. Walaupun ia dalam keadaan khawatir menjadi miskin, namun hal ini tidak mempengaruhi dirinya. Ia tetap berkeyakinan bahwa bersedekah dalam keadaan seperti itu merupakan bukti ke-tawakkal-annya kepada Allah.

Ia sadar bahwa jika Allah kehendaki, maka mungkin sekali dirinya menjadi kaya atau menjadi miskin. Itu terserah Allah. Yang pasti keadaan apapun yang dialaminya tidak mempengaruhi sedikitpun kebiasaannya bersedekah.

Ia sudah menjadikan bersedekah sebagai salah satu karakter penting di dalam keseluruhan sifat dirinya. Persis gambarannya seperti orang bertaqwa di dalam Al-Qur’an:

أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ

”... yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit.” (QS Ali Imran ayat 133-134)


Keempat, Nabi shollallahu ’alaih wa sallam sangat mewanti-wanti agar jangan sampai seseorang baru berfikir untuk bersedekah ketika ajal sudah menjelang. Sehingga digambarkan oleh beliau bahwa orang itu kemudian baru menyuruh seorang pencatat menginventarisasi siapa-siapa saja fihak yang berhak menerima harta miliknya yang hendak disedekahkan alias diwasiatkan.

Ini bukanlah bentuk bersedekah yang afdhol. Sebab pada hakikatnya, seorang yang bersedekah ketika ajal sudah menjelang, berarti ia melakukannya dalam keadaan sudah dipaksa oleh keadaan dirinya yang sudah tidak punya pilihan lain.

Bila seseorang bersedekah dalam keadaan ia bebas memilih antara mengeluarkan sedekah atau tidak, berarti ia lebih bermakna daripada seseorang yang bersedekah ketika tidak ada pilihan lainnya kecuali harus bersedekah.

Itulah sebabnya Nabi shollallahu ’alaih wa sallam lebih menghargai orang yang masih muda lagi sehat bersedekah daripada orang yang sudah tua dan menjelang ajal baru berfikir untuk bersedekah.

Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang senantiasa bersedekah yang paling afdhol. Terimalah, ya Allah, segenap infaq dan sedekah kami di jalanMu. Amin.

Kami menanti uluran tangan anda untuk membangun masjid SMAN 13 Bandung yang kita cintai semoga, pembangunannya cepat selesai dan segera dapat dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat islam di lingkungan kita. Visi SMAN 13 Bandung meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada tuhan YME. Silahkan hubungi panitia pembangunan mesjid.

Jazza kalohu khoiron katsiro, amin.

Pengirim : Asefful Anwas

Kamis, 03 Maret 2011

Guru: Tak Perlu Khawatir Pensiun Massal



Rekrutmen perlu segera dilakukan oleh Kemdiknas dalam menghadapi isu itu dan Dinas Pendidikan harus memberikan penghargaan kepada para guru honorer.

Dinas Pendidikan DKI Jakarta semestinya tidak perlu merasa khawatir mengenai ribuan guru yang diperkirakan akan pensiun massal pada 2012. Defisit tenaga kerja tidak akan terjadi.

Demikian tanggapan itu dilontarkan oleh Nur Fakih, seorang guru di SMKN 52 Jakarta Timur. Menurutnya, saat ini masih banyak tenaga pengajar yang belum mendapatkan porsi mengajar sesuai dengan ketentuan, yaitu minimal 24 jam dalam satu bulan.

"Saat ini masih banyak tenaga pengajar, khususnya di sekolah swasta yang belum mendapatkan porsi minimal mengajarnya," kata Fakih di kantornya, Kamis (3/3/2011).

"Dinas Pendidikan perlu mengakomodir kebutuhan para guru, terutama para guru honorer untuk mendapatkan porsi jam mengajarnya," tambahnya.

Ani Nurwati, seorang guru lainnya di SMKN 52 berpendapat lain terkait pensiun massal tersebut. Menurutnya, rekrutmen perlu segera dilakukan Kementrian Pendidikan Nasional dalam menghadapi isu itu. Ani mengatakan, alangkah baiknya jika Dinas Pendidikan memberikan penghargaan kepada para guru honorer.

"Rekrutmen perlu dilakukan dan Dinas Pendidikan perlu mempertimbangkan para guru honorer agar diberi penghargaan dengan diangkat sebagai pegawai negeri sipil," kata Ani.

Kepala Bidang Humas Disdik DKI Jakarta Bowo Irianto mengungkapkan, DKI Jakarta saat ini memiliki lebih dari 7.000 guru honor.

"Guru honor inilah yang akan mengganti posisi guru yang telah pensiun. Namun, untuk menjadi PNS, akan diklasifikasikan. Artinya, bidang studi apa saja yang akan dibutuhkan saat ini sehingga akan disesuaikan," pungkas Irianto.

Seperti diberitakan, pada 2012 nanti di DKI Jakarta akan terjadi pensiun besar-besaran para guru yang sudah menjadi PNS karena sudah memasuki usia 60 tahun. Pensiunan massal itu terjadi lantaran sebelumnya di tahun 1973, terjadi perekrutan besar-besaran sehingga memiliki masa pensiun yang bersamaan.

Sabtu, 29 Januari 2011

DNA Orangutan Berhasil Diurutkan



Alifa (10 bulan), bayi orangutan (Pongo pygmaeus), bermain di luar kandang di ruang perawatan anak di Kebun Binatang Surabaya, Jawa Timur, Selasa (17/8/2010).

KOMPAS.com - Tim ahli internasional yang dipimpin Washington University School of Medicine telah berhasil mengurutkan DNA orangutan Sumatra dan Kalimantan. Data tersebut diharapkan dapat membantu ahli-ahli konservasi menetapkan prioritas upaya penyelamatan berdasarkan kesehatan genetik hewan yang makin sedikit jumlahnya ini.

Para ilmuwan tersebut mendata sekitar 13 juta variasi DNA orangutan. Dalam penelitian yang dipublikasikan Kamis (27/1/2011) ini, terlihat bahwa terdapat keragaman genetik antara orangutan Sumatra (Pongo abelii) dan orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Keragaman ini sangat penting karena dapat meningkatkan kemampuan populasi terkait untuk tetap sehat dan beradaptasi dengan lingkungan.

Genom orangutan ini memberi tambahan keterangan dalam pohon evolusi dan memberikan wawasan kepada ilmuwan tentang keunikan DNA manusia yang membuatnya berbeda dari hewan ini.

"Berbicara genetik, secara rata-rata, (DNA) orangutan lebih beragam dibandingkan manusia. Kami menemukan sangat banyak keragaman baik pada orangutan Sumatra maupun Kalimantan. Namun, belum jelas apakah keragaman ini dapat dipertahankan dengan semakin meluasnya deforestasi," kata ketua tim penulis penelitian ini, Devin Locke, dari Washington University's Genome Center.

Secara keseluruhan, para peneliti menemukan 97 persen keidentikan antara genom manusia dan orangutan. Namun dalam penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa dalam berbagai hal genom orangutan berkembang lebih lambat daripada genom manusia.

Genom mirip dengan sebuah buku instruksi untuk menciptakan dan mempertahankan spesies tertentu. Sementara itu, kromosom adalah bab-bab dalam buku tersebut. Dalam setiap bab ada paragraf, kalimat, kata huruf, yang ibaratnya urutan DNA suatu makhluk hidup.

"Jika anda mengedit sebuah buku dalam komputer, Anda dapat menandai sebuah paragraf, menyalin (copy) dan menempel (paste), menghapus, atau mengubahnya. Duplikasi, penghapusan, dan pengubahan DNA adalah tipe variasi struktur. Saat kami melihat genom manusia dan simpanse, kami melihat percepatan perubahan struktur sepanjang sejarah evolusi. Tapi, entah karena apa, orangutan tidak berpartisipasi dalam percepatan itu," ujar Richard K. Wilson, direktur Washington University's Genome Center yang mengetuai proyek peneilitan ini.

Menurut Locke, kurangnya elemen Alu, regangan DNA yang membuat sekitar 10 persen genom manusia, yang jadi penyebab. Alu dapat terbentuk di tempat-tempat tak terduga dalam tubuh manusa untuk menciptakan mutasi atau penyusunan kembali genetik.

Genom manusia memiliki sekitar 5.000 Alu spesifik. Simpanse memiliki sekitar 2.000. "Dalam genom orangutan, kami hanya menemukan 250 Alu baru dalam rentang waktu 15 juta tahun. Ini adalah hal paling mungkin untuk menjelaskan kestabilan struktural dalam genom orangutan," tutur Locke.

Penelitian baru ini juga menunjukkan orangutan Sumatra dan Kalimantan berpisah pada sekitar 400.000 tahun lalu. Perkiraan sebelumnya memperkirakan perpisahan spesies ini terjadi pada sekitar satu juta tahun lalu.

Studi terhadap orangutan sangat penting karena hewan-hewan ini berada dalam ancaman besar kerusakan ekologi. Jumlah orangutan terus menurus seiring perambahan manusia ke habitat mereka. Saat ini, hanya sekitar 50.000 orangutan Kalimantan dan 7.000 orangutan Sumatra yang masih hidup di alam bebas.

"Orangutan menghabiskan 95 persen waktu mereka di pepohonan. Mereka berkelana melalui pohon, bersarang di pohon, dan mengumpulkan makanan di pohon. Semua diversitas genetik di dunia tidak dapat menyelamatkan mereka di alam liar jika habitat mereka dirusak," pungkas Locke. (National Geographic Indonesia/Raras Cahyafitri)

Publikasi ulang : Asefful Anwas

Kamis, 13 Januari 2011

NASA Temukan Planet di Luar Tata Surya



Planet Kepler menurut rekaan artis

KOMPAS.com — Ilmuwan dari Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat berhasil menemukan planet terkecil di luar tata surya. Nama planet yang diumumkan Senin (10/1/2011) tersebut adalah Kepler 10-b, dinamai sesuai dengan nama teleskop yang digunakan untuk menemukannya.

Penemuan planet ini adalah hasil pengumpulan data dari teleskop ruang angkasa sejak Mei 2009 hingga awal Januari 2010. Natalie Batalha, ilmuwan Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) yang menemukan planet tersebut, mengungkapkan bahwa Kepler merupakan planet berbatu, sama seperti Bumi. Ini membedakan dengan beberapa jenis planet lain yang terdiri atas massa gas.

Ukuran Kepler 10-b tergolong terkecil sebab hanya 1,4 kali ukuran Bumi. Sementara itu, massa planet ini sekitar 4,5 kali massa Bumi. Sejauh ini belum pernah ditemukan planet mirip Bumi di luar tata surya yang berukuran sekecil ini.

Meski mirip dengan Bumi karena terdiri atas batuan, suhu planet ini terlalu panas. Salah satu sisinya bersuhu 2.700 derajat Fahrenheit. Menurut pendapat ilmuwan, suhu panas ini disebabkan jarak Kepler 10-b dan bintangnya 20 kali lebih dekat dibandingkan jarak Merkurius-Matahari.

Karena suhu panasnya, Batalha berpendapat bahwa planet ini tak mampu mendukung kehidupan.

Rabu, 22 Desember 2010

Kuota Sertifikasi 2011 Naik 50 Persen

Rabu, 22 Desember 2010 | 16:50 WIB

Ilustrasi: Terkait pembayaran tunjangan profesi guru pada 2011, LPMP diminta menyiapkan lampiran tunjangan profesi tahun 2011, baik yang akan dibiayai dinas pendidikan kabupaten/kota maupun provinsi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kuota sertifikasi guru pada 2011 dinaikkan 50 persen, yaitu dari 200.000 guru menjadi 300.000 guru. Pada 2015 nanti diperkirakan pemerintah harus menyediakan anggaran pembayaran tunjangan profesi guru sedikitnya Rp 60 Triliun.

Pembayaran tunjangan profesi para guru sudah harus dibayarkan pada bulan Februari baik di kabupaten maupun provinsi.
-- Baedhowi

Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal mengemukakan kebijakan pemerintah tersebut di acara peluncuran fasilitas komunikasi tatap muka jarak jauh (telepresence) di Jakarta, Rabu (22/12/2010). Sementara itu, Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kemdiknas Baedhowi meminta Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) untuk berkoordinasi dengan dinas pendidikan kabupaten/kota untuk dapat memenuhi target pengumpulan berkas sertifikasi.

"Berkas yang diusulkan adalah yang telah memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK). Supaya pelaksanaannya lancar," kata Baedhowi.

Terkait pembayaran tunjangan profesi guru pada 2011, Beadhowi meminta agar LPMP menyiapkan lampiran tunjangan profesi tahun 2011, baik yang akan dibiayai dinas pendidikan kabupaten/kota maupun provinsi.

"Kami segera mengirimkan surat dalam satu dua hari ini untuk meminta berkas kepada semua dinas kabupaten/kota yang akan diajukan tunjangan profesinya pada 2011. Pembayaran tunjangan profesi para guru sudah harus dibayarkan pada bulan Februari baik di kabupaten maupun provinsi," kata Baedhowi.